+62811-2635-846 tuguwisata@gmail.com
Mitos dan Misteri dibalik Keindahan Pantai Parangtritis Yogyakarta

Mitos dan Misteri dibalik Keindahan Pantai Parangtritis Yogyakarta – Pantai Parangtritis merupakan salah satunikon objek wisata alam kota Yogya. Rasanya tak lengkap mengunjungi Yogya tanpa berwisata ke Pantai Parangtritis.

Pantai ini berlokasi di kecamatan Kretek Kabupaten Bantul. Lokasi pantai ini sangat strategis di dekat kota, hanya membutuhkan waktu satu jam untul menuju lokasi Pantai Parangtritis. Pantai ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal, luar kota, maupun mancanegara. Objek wisata ini menjadi sasaran utama penawaran paket wisata yogya kepada para wisatawan.

Selain terkenal dengan keindahan alam pantainya, Parangtritis juga tersohor akan cerita mistisnya. Pantai Parangtritis diyakini sebagai perwujudan trimurti Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu benda, ikon, atau yang lainnya yang sangat melekat pada mistis di kota Yogya. Trimurti terdiri dari Gunung Merapi yang mempunyai elemen api, Pantai Parangtritis yang mempunyai elemen air serta Keraton Yogya yang berperan sebagai penyeimbang keduanya. Letak trimurti tersebut membentuk garis lurus dari utara ke selatan Yogya.

Banyak masyarakat setempat dan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri yang percaya bahwa Pantai Parangtritis Yogyakarta merupakan pintu menuju gerbang istana laut selatan yang merupakan kekuasaan dari ratu selatan yang dipimpin oleh Nyi Roro Kidul. Salah satu mitos yang populer adalah cerita tentang Nyi Roro Kidul yang menyukai benda benda berwarna hijau, mitos ini sangat dijaga dan dipercaya oleh masyarakat setempat. Ada larangan mengenakan baju atau benda benda yang berwarna hijau bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Parangtritis. Konon katanya jika wisatawan ada yang mengenakan baju atau benda berwarna hijau dan Nyi Roro Kidul tertarik, wisatawan tersebut akan diseret oleh ombak pantai selatan ke tengah lautan dan dijadikan sebagai prajurit di Istana Laut Selatan. Banyak korban yang sudah berjatuhan dan tidak ditemukan sampai saat ini.

Selain menceritakan tentang kisah misteri Nyi Roro Kidul, Pantai Parangtritis Yogyakarta juga merupakan sebuah tempat yang mempertemukan antara Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga setelah usai menjalani pertapaan. Hal ini mengilhami beberapa wisatawan yang bekunjung ke Pantai untuk bersemedi mencari ketenangan seperti yang dilakukan oleh Panembahan Senopati. Pantai ini juga dijadikan lokasi berlangsungnya upacara labuhan dari Keraton Yogya. Mistis dan mitos yang melekat pada Pantai Parangtritis menjadi daya tarik tersendiri, sehingga tak salah rasanya jika banyak paket wisata yogya yang berlomba lomba menawarkan paket wisata menarik ke Pantai Parangtritis Bantul maka gunakanlah paket Sewa Bus Jogja di DK Transport Jogja.

Legenda tentang asal mula nama Parangtritis pun tak kalah menariknya. Banyak masyarakat sekitar yang percaya bahwa cerita ini bermula dari  seorang bernama Dipokusumo yang melarikan diri dari kerajaan Majapahit. Selama dalam masa persembunyiannya, Dipukusumo memutuskan untuk bersemedi di suatu lokasi. Ketika sedang bersemedi, Dipokusumo melihat celah celah batu karang yang meneteskan air. Dari sinilah nama Parangtritis bermula, berasal dari kata “paran” yang berarti karang dan “tumatitits” yang berarti tetesan air.

Pantai Parangtritis Yogyakarta sangat tersohor akan keindahan pantainya denga ombak yang sangat besar. Pantai ini terletak sekita 28 Km dari km dari kota yogya. Lokasi pantai ini sangat mudah diakses karena berada tepat di tepi jalan Parangtritis dan banyak kendaraan umum yang bisa mencapai lokasi tersebut. Untuk lebih mudahnya wisatawan juga bisa bergabung dengan paket wisata yogya yang menawarkan paket wisata ke Parangtritis. Tiket masuk ke pantai adalah Rp. 5.000/ orang. Banyak fasilitas yang ada disana seperti parkir yang luas, warung makan, penginapan, dan lain lain. Wisatawan juga bisa juga bisa menyusuri keindahan pantai dengan menyewa ATV dengan tarif Rp. 50.000 – 100.000, atau bisa juga dengan menaiki kuda atau kereta kuda yang banyak disewakan disana.  

Leave a Reply