Rumah Joglo yang Bersejarah di Desa Wisata Tanjung Ngaglik Sleman Yogyakarta

Rumah Joglo yang Bersejarah di Desa Wisata Tanjung Ngaglik Sleman Yogyakarta – Yogyakarta selalu menyimpan cerita yang berbeda setiap kita berkunjung ke sini. Salah satunya adalah  Desa Wisata Tanjung Ngaglik yang terkenal akan Rumah Joglo.

Desa ini terletak diantara Gunung Merapi dan kota yogyakarta tepatnya 5KM dari Monumen Jogja Kembali (monjali), lebih tepatnya di Jl.Tentara Pelajar KM.11. Sebagian besar penduduk di desa ini bermata pencaharian sebagai petani. Potensi yang ada di desa wisata tanjung ini  adalah potensi fisik baik bangunan serta kondisi fisik alam di desa ini, potensi kesenian tradisional, potensi upacara adat dan potensi kerajinan atau home industri.

Pengunjung yang akan menikmati suasana di desa wisata ini akan dipungut biatya Rp50.000,00/orang dan sudah termaksud makan 3 kali. Bagi pengunjung yang akan menggunakan joglo sebagai homestay, dapat dikenakan biaya antara Rp20.000,00 – Rp40.000,00 tergantung negosiasi dengan penduduk setempat.

Biasanya rumah joglo di desa Tanjung ini memiliki bangunan yang luas dan halaman yang luas, sedangkan pendoponya dapat menampung 100 sampai 200 orang. Selain itu, akses menuju lokasinya pun cukup mudah dan berada tidak jauh dengan pusat kota. Penduduk setempat begitu ramah dengan pengunjung yang datang dan masih menjunjung nilai-nilai luhur, sehingga budaya gotong royong pun masih terasa di desa wisata ini.

Desa wisata ini bukan hanya menawarkan pemandangan yang indah sebagai tempat wisata ataupun rekreasi, tetapi pengunjung akan mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan baru dari sini. Tempat ini dapat dijadikan referensi untuk berwisata sekaligus belajar.

Berwisata di desa Tanjung sangat dekat dengan alam, karena pengunjung langsung terjun ke dalam situasi nyata. Selain itu, dapat digunakan juga sebagai referensi melepas penat dengan keluarga. Di sini pengunjung akan merasakan bagaimana cara mengolah tanah, menanam, dan banyak lagi pengalaman yang tentunya tidak di dapatkan di kehidupan perkotaan.

Kesenian tradisional yang masih dilestarikan di desa Tanjung di antaranya kesenia pekbung, jathilan, tari klasik, dan karawitan. Biasanya penduduk setempat akan mengajak wisatawan yang berkunjung untuk bermain kesenian bersama. Selain potensi kesenian tradisional yang masih dilestarikan, adat istiadat di desa Tanjung juga masih sangat kental dan tidak jarang untuk dilakukan, seperti kenduri, wiwitan, tedun, dan lainnya.

Pengunjung juga bisa menikmati udara segar di area persawahan yang cukup luas. Bagi pengunjung yang memiliki ketertarikan dengan kerajinan batik, di desa Tanjung juga terdapat pengrajin batik dan pengunjung bisa mengamati atau bahkan mencoba bagaimana cara membatik. Jadi, jangan ragu untuk datang ke Desa Wisata Tanjung Ngaglik Sleman Yogyakarta.

About the author

DK Transport Jogja selalu berinovasi dan tumbuh dengan kritik dan saran dari pelanggan dan support penuh dari para investor menjadikan perusahaan ini selalu berkembang dan ingin menjadi perusahaan Tour dan Travel terbesar yang ada di Yogyakarta bahkan Indonesia. Kami memberanikan diri untuk selalu melakukan perubahan, pengembangan dan inovasi baik dari segi management, kualitas armada, profesionalisme dan kualitas produk yang kami berikan.

Leave a Reply

0818635846